Budi Hariyanto Laporkan Kerusakan dan Kekurangan Surat Suara

img

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TANJUNG REDEB : Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau, Budi Hariyanto mengungkapkan terkait persiapan surat suara untuk Pemilihan Umum mendatang. 

 

Katanya, untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP), Budi menyampaikan bahwa terdapat 62 lembar surat suara yang rusak, namun kelebihan sebanyak 764 lembar. Adapun Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengalami kerusakan pada 2 lembar, dengan kekurangan sebanyak 29 lembar.

 

"Bahwa kekurangan ini dapat disebabkan oleh rusak, dan pihak KPU akan mengambil langkah untuk meminta tambahan atau memastikan ketersediaan dari pabrik," terang Ketua KPU Berau, Budi Hariyanto, Senin (22/1/2024).

 

Dalam keterangannya, Budi Hariyanto menjelaskan bahwa untuk Pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), meskipun terdapat 14 lembar surat suara rusak, namun ada kelebihan sebanyak 1.012 lembar, sehingga tidak ada kekurangan.

 

Sementara itu, untuk Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi dan Kabupaten, tercatat 31 lembar rusak dengan kelebihan 406 lembar.

 

Budi juga menyebutkan jumlah kerusakan dan kekurangan surat suara di setiap Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten.

 

Untuk Dapil satu Kabupaten mengalami kerusakan sebanyak 64 lembar surat suara, yang menyebabkan kekurangan sebanyak 748 lembar, Dapil dua melaporkan 8 lembar rusak, namun memiliki kelebihan sebanyak 407 lembar,

 

Sementara itu, Dapil tiga mengalami rusak pada 6 lembar dengan kekurangan 59 lembar, Terakhir, Dapil empat melaporkan 5 lembar surat suara rusak, namun memiliki kelebihan sebanyak 1 lembar.

 

Terhadap masalah ini, Budi Hariyanto menyatakan bahwa KPU akan melaporkan semua kendala terkait rusak dan kekurangan surat suara ke tingkat provinsi.

 

"Untuk surat suara yang rusak dan menyebabkan kekurangan, pabrik akan secara otomatis menggantinya melalui Provinsi. Namun, jika rusaknya tidak mengakibatkan kekurangan karena ada kelebihan, tidak akan diminta ganti," tambah Budi.

Budi Hariyanto juga menginformasikan bahwa sekretariat KPU sudah mengajukan permintaan pencetakan ulang ke pabrik melalui KPU provinsi, meskipun jadwal pengiriman belum dapat dipastikan. (Sep/Nad)